Senin, 09 Mei 2016

Dongeng Asal-usul Banyuwangi


Pada zaman dahulu kala. Terdapat sebuah Kerajaan yang di pimpin oleh Raja yang sangat bijaksana dan adil. Raja tersebut mempunyai seorang Putra yang sangat tampan dan gagah, yang bernama Raden Banterang. Raden Banterang sangat gemar berburu.
Suatu hari, Raden Banterang pergi berburu kedalam hutan. Ia di temani dengan Pengawal kerajaan. Di tengah perjalanan. Ia melihat seekor Kijang melintas di depannya. Ia pun segera mengejar Kijang tersebut hingga masuk ke dalam hutan belantara. Ia pun terpisah dari rombongan Pengawalnya tersebut.
Raden Banterang terus mengejar KIjang tersebut. Ia semakin jauh masuk kedalam hutan. Ia pun tiba di sebuah sungai yang sangat jernih. Karena kelelahan mengejar Kijang, ia pun mendekati sungai tersebut dan meminum air jernih itu. Di saat ia asik meminum air. Tiba-tiba, ia sangat terkejut karena kedatang seorang gadis yang sangat cantik.
Raden Banterang kebingungan, karena ia takut gadis cantik tersebut adalah penunggu hutan ini. Namun, ia memberanikan diri untuk mendekati gadis cantik tersebut.
‘’ Siapa kamu ? dari mana asalmu?’’ Tanya Raden Banterang.
‘’ Nama ku Surti, aku berasal dari Kerajaan Klungkung.’’ Jawab gadis itu.
‘’ Apa yang sedang kau lakukan di dalam hutan seorang diri?’’ Tanya Raden Banterang.
‘’ Saya berada di hutan ini karena menyelamatkan diri dari kejaran musuh. Ayah saya mati dalam pertempuran.’’ Kata Surti menjelaskan.
Mendengar cerita Surti, Raden Banterang sangat terkejut. Karena merasa kasihan, Raden Banterang membawanya ke Istana. Surti pun ikut ke Istana bersama Raden Banterang. Karena kecantikan Surti, Raden Banterang pun jatuh cinta dan ingin meminangnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka pun hidup bahagia.
Namun, suatu hari. Putri Surti berjalan-jalan sendirian keluar Istana. Tiba-tiba, ia mendengar seseorang memanggil namanya. Ia pun mencari sumber suara tersebut. Ia pun melihat seorang Laki-laki yang berpakaian kumuh dan compang-camping. Putri Surti sangat terkejut, ternyata, Laki-laki di depannya adalah Kakak kandungnya sendiri yang bernama Rupaksa. Maksud dari kedatangan Kakaknya tersebut adalah untuk mengajak Putri Surti balas dendam. Karena Raden Banterang sudah membunuh ayahnya.
Legenda Dongeng Cerita Rakyat Banyuwangi
Putri Surti sangat terkejut mendengar cerita dari Kakaknya. Ia pun menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi istri dari Raden Banterang. Ia pun menolak untuk membalas dendam dan memohon agar tidak mencelakai suaminya Raden Banterang. Mendengar cerita adiknya tersebut Rupaksa sangat marah. Namun, ia tidak memaksa dan memberikan sebuah ikat kepala kepada Surti. Rupaksa pun menyuruhnya untuk di simpan di bawah tempat tidurnya.
Pertemuan Surti dengan kakaknya tidak diketahui oleh suaminya. Karena Raden Banterang sedang berburu ke hutan. Namun, suatu hari. Saat Raden Banterang berada dalam hutan, ia di kejutkan dengan kedatangan seorang Laki-laki yang berpakaian compang-camping menghampirinya.

‘’ Wahai Tuanku. Keselamatan mu berada balam bahaya. Istri mu Putri Surti merencanakan untuk membunuhmu suaminya sendiri. Tuan bisa membuktikannya sendiri, istrimu menyimpan sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat tidur. Ikat kepala itu adalah milik seorang Laki-laki yang di mintai tolong untuk membunuh Tuan.’’ Laki-laki itu menjelaskan.
Mendengar penjelasan tersebut, Raden Banterang segera kembali ke Istana. Ia pun segera mencari ikat kepala yang sudah di ceritakan Laki-laki yang ia temui di dalam hutan. Ia pun sangat terkejut, karena ia menemukan ikat kepala tersebut.
Raden Banterang takut keselamatannya terancam dan ia pun mencurigai istrinya. Maka, ia pun berniat untuk mencelakai istrinya sendiri. Putri Surti pun menjelaskan asal ikat kepala tersebut.
Raden Banterang berniat untuk menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setibanya di sungai Raden Banterang menceritakan pertemuanya dengan seorang Laki-laki yang tidak di kenal ketika sedang berburu di hutan. Surati pun menceritakan pertemuannya dengan Kakaknya Rupaksa yang ingin membalaskan dendam kepada Raden Banterang.
Setelah menjelaskan hal etrsebut. Tidak membuat hati Raden Banterang cair. Ia menganggap istrinya berbohong. Akhirnya, dengan rasa kecewa Putri Surti berkata.
‘’ Suamiku, Jika nanti setelah kematianku dan air sungai ini menjadi jernih dan berbau harum. Berarti aku tidak bersalah dan tidak mempunyai niat untuk mencelakai mu. Namun, jika air ini tetap keruh dan berbau busuk. Berarti aku bersalah.’’ Kata Surati menangis.
Raden Banterang, menganggap apa yang di ucapkan istrinya adalah sebuah kebohongan. Maka, ia segera mengeluarkan Keris dan menusuk pinggang istrinya. Bersamaan dengan itu, Surati terjatuh ke tengah sungai dan hanyut terawa arus.
Tidak lama setelah hanyutnya Surati, terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba, terciumlah bau yang sangat harum di sekitar sungai, airnya pun berubah menjadi sangat jernih. Raden Banterang gemetar dengan keajaiban tersebut. Melihat itu, Raden Banterang sanat menyesal dan meratapi kematian istrinya.
Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.
Pesan moral dari Legenda Dongeng Cerita Rakyat Banyuwangi adalah jangan asal menuduh tanpa bukti yang jelas. Dengarkan penjelasan orang lain dan bandingkan dengan fakta-faktanya baru mengambil kesimpulan.

Jumat, 06 Mei 2016

Dongeng Singkat Asal-Usul Surabaya


Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan.

“Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura.

“Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya.Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan.

“Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai 
oleh air laut pada waktu pasang surut!” 

“Baik aku setujui gagasanmu itu!” kata Buaya.

Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada perkelahian lagi antara Sura dan Buaya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing.Tetapi pada suatu hari, Ikan Hiu Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui.

Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Buaya memergoki perbuatan Ikan Hiu Sura ini. Tentu saja Buaya sangat marah melihat Ikan Hiu Sura melanggar janjinya.

“Hai Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan wilayah kekuasaanku?” tanya Buaya.Ikan Hiu Sura yang tak merasa bersalah tenang-tenang saja. “Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini ‘kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku,” kata Ikan Hiu Sura.

“Apa? Sungai itu kan tempatnya di darat, sedangkan daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah daerah kekuasaanku!” Buaya ngotot.

“Tidak bisa. Aku kan tidak pernah bilang kalau di air hanya air laut, tetapi juga air sungai,” jawab Ikan Hiu Sura.

“Kau sengaja mencari gara-gara, Sura?”

“Tidak! Kukira alasanku cukup kuat dan aku memang di pihak yang benar!” kata Sura.

“Kau sengaja mengakaliku. Aku tidak sebodoh yang kau kira!” kata Buaya mulai marah.

“Aku tak peduli kau bodoh atau pintar, yang penting air sungai dan air laut adalah kekuasaanku!” Sura tetap tak mau kalah.

“Kalau begitu kamu memang bermaksud membohongiku ? Dengan demikian perjanjian kita batal! Siapa yang memiliki kekuatan yang paling hebat, dialah yang akan menjadi penguasa tunggal!” kata Buaya.

“Berkelahi lagi, siapa takuuut!” tantang Sura dengan pongahnya.

Pertarungan sengit antara Ikan Hiu Sura dan Buaya terjadi lagi. Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang itu. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali.

Dalam pertarungan dahsyat ini, Buaya mendapat gigitan Ikan Hiu Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membelok ke kiri. Sementara ikan Sura juga tergigiut ekornya hingga hampir putus lalu ikan Sura kembali ke lautan. Buaya puas telah dapat mempertahankan daerahnya.

Pertarungan antara Ikan Hiu yang bernama Sura dengan Buaya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peristiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Madya Surabaya yaitu gambar ikan sura dan buaya.

Namun adajugayang berpendapat Surabaya berasal dari Kata Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti selamat menghadapi bahaya. Bahaya yang dimaksud adalah serangah tentara Tar-tar yang hendak menghukum Raja Jawa

Seharusnya yang dihukum adalah Kertanegara, karena Kertanegara sudah tewas terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu oleh tentara Tar-tar. Setelah mengalahkan Jayakatwang orang-orang Tar-Tar merampas harta benda dan puluhan gadis-gadis cantik untuk dibawa ke Tiongkok. Raden Wijaya tidak terima diperlakukan sepereti ini. Dengan siasat yang jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-Tar di pelabuhan Ujung Galuh hingga mereka menyingkir kembali ke Tiongkok.

Selanjutnya, dari hari peristiwa kemenangan Raden Wijaya inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya.

Rabu, 04 Mei 2016

Review Dongeng Princess (Part 2)

Nah . . . di postingan sebelumnya aku udah posting review 3 dongeng princes, dan di postingan kali ini aku bakal bahas tentang review 3 domgeng princess lagi nih sobat. Tiga dongeng yang aku bahas ini nggak kalah terkenalnya loh sama tiga dongeng sebelumnya.

Penasaran ? Langsung aja yah kita review tiga dongeng princess lainnya.

4. Beauty And The Beast



Biasanya seorang putri cantik jelita selalu disandingkan dengan pangeran yang tampan dan gagah perkasa. Namun apa jadinya, jika gadis cantik jelita yang sederhana bersanding dengan seorang monster ?

Yahh tapi memang inilah hasil imajinasi dari Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve yang direalisasikan pada sebuah buku dongeng pada tahun 1740 di Francis. Sangking menariknya, bahkan rumah produksi Walt Disney pun mengangkat kisah tersebut menjadi film kartun, dan akhirnya menjadi sangat terkenal di seluruh dunia.

Suatu ketika tersebutlah seorang pedagang yang memiliki tiga putri cantik bernama, Pretty, Sweety, dan Beauty. Suatu hari, ketika pedagang tersebut akan berangkat ke pasar, ke-tiga putrinya meminta sesuatu ketika dia kembali. Pretty memintanya untuk membelikan sebuah gaun cantik, Sweety meminta kalung mutiara tapi Beauty hanya menginginkan setangkai mawar.

Baca Dongeng Beauty and The Beast Lengkap : Dongeng Beauty and The Beast

5. Rapunzel



Siapa tak tahu kisah seorang putri cantik yang memiliki rambut yang sangattttt panjang ? Pasti sudah nggak asing  lagi kan. Bahkan kisahnya sempat menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan untuk memanjangkan rambut mereka sepanjang yang dimiliki rapunzel.

Dongeng rapunzel berasal dari Jerman, kisah ini menjadi koleksi dongeng Brother Grimm pada tahun 1812. Namun sebenarnya Brother Grimm mengadaptasi kisah rapunzel dari Charlotte-Rose de Caumont de La Force yang lebih dulu mempublish kisah rapunzel pada tahun 1698.

Dongeng rapunzel juga pernah diproduksi oleh Walt Disney, pada tahun 2012 dengan judul Tangled. Dalam film kartun tersebut bukan hanya judulnya yang berbeda namun jalan ceritanya juga berbeda. Dalam film kartun yang diproduksi oleh Disney dikisahkan bahwa rapunzel diculik bukan diberikan secara cuma-cuma, dan pangeran juga tidak dikisahkan menjadi buta.

Baca Dongeng Rapunzel Lengkap : Dongeng Rapunzel

6. Putri dan Pangeran Katak


Lagi-lagi dongeng tentang putri yang satu ini merupakan karya Brother Grimm. Dari kisah dongeng, putri dan pangeran katak diangkat menjadi sebuah novel yang ditulis oleh E.D. Baker dengan judul The Frog Princess. Sampai kemudian kisah ini diadaptasi menjadi film kartun oleh Walt Disney dengan judul The Princess and The Frog.

Namun dongeng asli dengan film yang digarap oleh Disney sangatlah berbeda. Dalam film kartun yang digarap oleh disney berkisah bahwa ada anak kecil sederhana yang ceria dan memiliki mimpi besar bernama Tiana. Tiana bukanlah seorang putri.

Saat sudah dewasa Tiana bertemu dengan katak, karna kondisi yang mendesak maka Tiana mencium sebuah katak. Sayangnya kisah Tiana berbeda dengan kisah putri dalam dongeng ini. Katak yang dicium Tiana bukannya menjadi pangeran malahan Tiana ikut berubah menjadi katak.

Baca Dongeng Putri dan Pangeran Katak Lengkap : Dongeng Putri dan Pangeran Katak

Senin, 02 Mei 2016

Review Dongeng Princess (Part1)

Banyak sekali jenis dongeng, nah... kali ini aku bakal bahas dongeng tentang seorang putri. Tentunya kalian sudah nggak asing lagi kan sama dongeng-dongeng yang mengisahkan tentang putri dengan berbagai impian dan kisah cintanya.

Sama seperti dongeng itik buruk rupa, dongeng dengan peran utamanya seorang putri juga diminati oleh rumah produksi Disney untuk diproduksi menjadi film kartun. Yukk langsung aja yah kita review kisang dongeng beberapa putri atau lebih sering dikenal dengan kata Princess.

1. Cinderella

Dongeng Anak Bergambar Cinderella

Kisah dongeng putri yang pertama adalah kisah tentang Cinderella. Dongeng tentang Cinderella ini sudah sangat terkenal dikalangan masyrakat Indonesia, namun tahukah kamu dari mana sebenarnya dongeng tentang Cinderella ini berasal ?. Jadi dongeng Cinderella ini berasal dari daratan eropa.

Konon kata "Cinder" pada Cinderella berarti abu perapian. Dalam kisahnya, Cinderella memang diperintah oleh ibu tirinya untuk terus menerus membersihkan rumah, serta harus melayani ibu tiri dan kedua saudara tirinya, sehingga dia tidak bisa merawat dirinya sendiri.

Karna seringnya beres-beres rumah, maka baju yang dikenakan oleh Cinderella sangat lusuh terkena debu. Kehidupan Cinderella sangatlah menyedihkan, sampai akhirnya tersebar kabar bahwa sang pangeran sedang mencari tambatan hati dengan mengadakan pesta dansa. Semua wanita lajang boleh mendatanginya dan mengambil kesempatan untuk mencuri hati pangeran.

Namun ibu tiri Cinderella melarangnya untuk hadir. Disaat acara akan dimulai, tiba-tiba ada ibu peri yang datang menawarkan bantuan. Pada saat inilah kehidupan Cinderella sedikit berubah. Dengan bantuan ibu peri, akhirnya Cinderella bisa ikut menghadiri pesta dansa yang diadakan istana untuk pangeran tanpa ada seorangpun yang mengenalinya, karena penampilannya sangatlah berubah.

Baca Dongeng Lengkap Cinderella : Dongeng Cinderella


2. Snow White


Snow White atau lebih sering kita kenal dengan judul Putri Salju ini juga tak kala terkenalnya dengan dongeng Cinderella. Asal dongeng Snow White ini berasal dari negri nazi yaitu German. Dongeng ini pertama dibukukan pada tahun 1812 oleh Brother Grimm dan sampai akhirnya dikenal seluruh dunia.

Bila membicarakan Snow White maka tak jauh dari tujuh kurcaci, cermin ajaib, dan apel beracun juga pangeran tampan. Ratu yang juga ibu tiri Snow White ini sangat jahat dan angkuh, dia sering menyuruh Snow white untuk membersihkan istana hingga snow white tak terlihat cantik lagi.

Namun usaha si ibu tiri ini gagal, menurut cermin ajaib Snow White masih yang paling cantik dan mengalahkan kecantikan yang dimiliki sang ratu sebelumnya. Akhirnya sang ratu membayar seorang pemburu untuk membunuh Snow White, namun si pemburu tak tega untuk membunuhnya dan hanya menempatkan Snow White di hutan dengan hewan-hewan buas, lalu di tinggalkan oleh si pemburu itu.

Setelah meninggalkan Snow White di hutan dengan hewan-hewan buas, si pemburu kembali ke istana menghadap sang ratu dan memberi tahukan bahwa snow white telah meninggal. Namun setelah ratu bertanya pada cermin ajaibnya, terungkaplah bahwa ternyata Snow white belum meninggal.

Baca Dongeng Lengkap Snow White : Dongeng Putri Salju dan 7 Kurcaci


3. Putri Tidur


Di film kartun yang diangkat oleh disney, putri tidur ini bernama Putri Aurora. Dikisahkan bahwa ada sepasang raja dan ratu yang telah lama menginginkan seorang anak. Dan akhirnya memiliki seorang anak perempuan.

Karena sangat senang, raja dan ratu mengadakan pesta besar-besaran mengundang semua masyarakat dan tak tertinggal saudara-saudara perempuan agung. Raja dan ratu memiliki 13 perempuan agung, namun karena hanya ada 12 piring emas maka yang mereka undang hanya 12 saudara perempuan agung saja.

Hal ini membuat saudara perempuan agung yang ke 13 sangat marah, dan tetap datang ke pesta namun memiliki tujuan lain dengan saudara-saudaranya. Bila 12 perempuan agung bertujuan untuk memberikan sihir postif pada putri aurora, maka perempuan agung yang ke 13 datang dengan membawa kutukan untuk san putri.

Kutukannya adalah pada usia ke 15 tahun, putri akan mati karna tertusuk jarum. Perempuan agung ke 12 belum sempat memberikan sihir untuk putri, akhirnya perempuan agung ke 12 memberikan sihir berupa putri tidak akan mati namun hanya tertidur sampai bertemu dengan cinta sejatinya.

Baca Dongeng Lengkap Snow White :  Dongeng Putri Tidur

Rabu, 27 April 2016

Putri dan Pangeran Katak (Versi Brother Grimm)

Pada jaman dahulu kala, ketika saat itu dengan mengharapkan sesuatu, hal itu dapat terwujud, ada seorang Raja yang mempunyai putri-putri yang sangat cantik jelita, dan putrinya yang termuda begitu cantiknya sehingga matahari sendiri yang melihat kecantikan putri termuda itu menjadi ragu-ragu untuk bersinar. Di dekat istana tersebut terletak hutan kayu yang gelap dan rimbun, dan di hutan tersebut, di bawah sebuah pohon tua yang mempunyai daun-daun berbentuk hati, terletak sebuah sumur dan ketika cuaca panas, putri Raja yang termuda sering ke hutan tersebut untuk duduk di tepi sumur yang dingin, dan jika waktu terasa panjang dan membosankan, dia akan mengeluarkan bola yang terbuat dari emas, melemparkannya ke atas dan menangkapnya kembali, hal ini menjadi hiburan putri raja untuk melewatkan waktu.

Suatu ketika, bola emas itu dimainkan dan dilempar-lemparkan keatas, bola emas itu tergelincir dari tangan putri Raja dan terjatuh di tanah dekat sumur lalu terguling masuk ke dalam sumur tersebut. Mata putri raja hanya bisa memandangi bola tersebut meluncur kedalam sumur yang dalam, begitu dalamnya hingga dasar sumur tidak kelihatan lagi. Putri raja tersebut mulai menangis, dan terus menangis seolah-olah tidak ada hyang bisa menghiburnya lagi. Di tengah-tengah tangisannya dia mendengarkan satu suara yang berkata kepadanya,
"Apa yang membuat kamu begitu sedih, sang Putri? air matamu dapat melelehkan hati yang terbuat dari batu."
Dan ketika putri raja tersebut melihat darimana sumber suara tersebut berasal, tidak ada seseorangpun yang kelihatan, hanya seekor kodok yang menjulurkan kepala besarnya yang jelek keluar dari air.
"Oh, kamukah yang berbicara?" kata sang putri; "Saya menangis karena bola emas saya tergelincir dan jatuh kedalam sumur."
"Jangan kuatir, jangan menangis," jawab sang kodok, "Saya bisa menolong kamu; tetapi apa yang bisa kamu berikan kepada saya apabila saya dapat mengambil bola emas tersebut?"
"Apapun yang kamu inginkan," katanya; "pakaian, mutiara dan perhiasan manapun yang kamu mau, ataupun mahkota emas yang saya pakai ini."
"Pakaian, mutiara, perhiasan dan mahkota emas mu bukanlah untuk saya," jawab sang kodok; "Bila saja kamu menyukaiku, dan menganggap saya sebagai teman bermain, dan membiarkan saya duduk di mejamu, dan makan dari piringmu, dan minum dari gelasmu, dan tidur di ranjangmu, - jika kamu berjanji akan melakukan semua ini, saya akan menyelam ke bawah sumur dan mengambilkan bola emas tersebut untuk kamu."
"Ya tentu," jawab sang putri raja; "Saya berjanji akan melakukan semua yang kamu minta jika kamu mau mengambilkan bola emas ku."
Tetapi putri raja tersebut berpikir,  "Omong kosong apa yang dikatakan oleh kodok ini! seolah-olah sang kodok ini bisa melakukan apa yang dimintanya selain berkoak-koak dengan kodok lain, bagaimana dia bisa menjadi pendamping seseorang."

Tetapi kodok tersebut, begitu mendengar sang putri mengucapkan janjinya, menarik kepalanya masuk kembali ke dalam ari dan mulai menyelam turu, setelah beberapa saat dia kembali kepermukaan dengan bola emas pada mulutnya dan melemparkannya ke atas rumput.
Putri raja menjadi sangat senang melihat mainannya kembali, dan dia mengambilnya dengan cepat dan lari menjauh.
"Berhenti, berhenti!" teriak sang kodok; "bawalah aku pergi juga, saya tidak dapat lari secepat kamu!"
Tetapi hal itu tidak berguna karena sang putri itu tidak mau mendengarkannya dan mempercepat larinya pulang ke rumah, dan dengan cepat melupakan kejadian dengan sang kodok, yang masuk kembali ke dalam sumur.
Hari berikutnya, ketika putri Raja sedang duduk di meja makan dan makan bersama Raja dan menteri-menterinya di piring emasnya, terdengar suara sesuatu yang meloncat-loncat di tangga, dan kemudian terdengar suara ketukan di pintu dan sebuah suara yang berkata "Putri raja yang termuda, biarkanlah saya masuk!"
Putri Raja yang termuda itu kemudian berjalan ke pintu dan membuka pintu tersebut, ketika dia melihat seekor kodok yang duduk di luar, dia menutup pintu tersebut kembali dengan cepat dan tergesa-gesa duduk kembali di kursinya dengan perasaan gelisah. Raja yang menyadari perubahan tersebut berkata,
"Anakku, apa yang kamu takutkan? apakah ada raksasa berdiri di luar pintu dan siap untuk membawa kamu pergi?"
"Oh.. tidak," jawabnya; "tidak ada raksasa, hanya kodok jelek."
"Dan apa yang kodok itu minta?" tanya sang Raja.
"Oh papa," jawabnya, "ketika saya sedang duduk di sumur kemarin dan bermain dengan bola emas, bola tersebut tergelincir jatuh ke dalam sumur, dan ketika saya menangis karena kehilangan bola emas itu, seekor kodok datang dan berjanji untuk mengambilkan bola tersebut dengan syarat bahwa saya akan membiarkannya menemaniku, tetapi saya berpikir bahwa dia tidak mungkin meninggalkan air dan mendatangiku; sekarang dia berada di luar pintu, dan ingin datang kepadaku."
Dan kemudian mereka semua mendengar kembali ketukan kedua di pintu dan berkata,
"Putri Raja yang termuda, bukalah pintu untuk saya!, Apa yang pernah kamu janjikan kepadaku? Putri Raja yang termuda, bukalah pintu untukku!"
"Apa yang pernah kamu janjikan harus kamu penuhi," kata sang Raja; "sekarang biarkanlah dia masuk."
Ketika dia membuka pintu, kodok tersebut melompat masuk, mengikutinya terus hingga putri tersebut duduk kembali di kursinya. Kemudian dia berhenti dan memohon, "Angkatlah saya supaya saya bisa duduk denganmu."
Tetapi putri Raja tidak memperdulikan kodok tersebut sampai sang Raja memerintahkannya kembali. Ketika sang kodok sudah duduk di kursi, dia meminta agar dia dinaikkan di atas meja, dan disana dia berkata lagi,
"Sekarang bisakah kamu menarik piring makanmu lebih dekat, agar kita bisa makan bersama."
Dan putri Raja tersebut melakukan apa yang diminta oleh sang kodok, tetapi semua dapat melihat bahwa putri tersebut hanya terpaksa melakukannya.
"Saya merasa cukup sekarang," kata sang kodok pada akhirnya, "dan saya merasa sangat lelah, kamu harus membawa saya ke kamarmu, saya akan tidur di ranjangmu."
Kemudian putri Raja tersebut mulai menangis membayangkan kodok yang dingin tersebut tidur di tempat tidurnya yang bersih. Sekarang sang Raja dengan marah berkata kepada putrinya,
"Kamu adalah putri Raja dan apa yang kamu janjikan harus kamu penuhi."
Sekarang putri Raja mengangkat kodok tersebut dengan tangannya, membawanya ke kamarnya di lantai atas dan menaruhnya di sudut kamar, dan ketika sang putri mulai berbaring untuk tidur, kodok tersebut datang dan berkata, "Saya sekarang lelah dan ingin tidur seperti kamu, angkatlah saya keatas ranjangmu, atau saya akan melaporkannya kepada ayahmu."
Putri raja tersebut menjadi sangat marah, mengangkat kodok tersebut keatas dan melemparkannya ke dinding sambil menangis,
"Diamlah kamu kodok jelek!"
Tetapi ketika kodok tersebut jatuh ke lantai, dia berubah dari kodok menjadi seseorang pangeran yang sangat tampan. Saat itu juga pangeran tersebut menceritakan semua kejadian yang dialami, bagaimana seorang penyihir telah membuat kutukan kepada pangeran tersebut, dan tidak ada yang bisa melepaskan kutukan tersebut kecuali sang putri yang telah di takdirkan untuk bersama-sama memerintah di kerajaannya.
Dengan persetujuan Raja, mereka berdua dinikahkan dan saat itu datanglah sebuah kereta kencana yang ditarik oleh delapan ekor kuda dan diiringi oleh Henry pelayan setia sang Pangeran untuk membawa sang Putri dan sang Pangeran ke kerajaannya sendiri.
Ketika kereta tersebut mulai berjalan membawa keduanya, sang Pangeran mendengarkan suara seperti ada yang patah di belakang kereta. Saat itu sang Pangeran langsung berkata kepada Henry pelayan setia, "Henry, roda kereta mungkin patah!", tetapi Henry menjawab, "Roda kereta tidak patah, hanya ikatan rantai yang mengikat hatiku yang patah, akhirnya saya bisa terbebas dari ikatan ini".
Ternyata Henry pelayan setia telah mengikat hatinya dengan rantai saat sang Pangeran dikutuk menjadi kodok agar dapat ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh sang Pangeran, dan sekarang rantai tersebut telah terputus karena hatinya sangat berbahagia melihat sang Pangeran terbebas dari kutukan

Selasa, 26 April 2016

Rapunzel

Suatu ketika tersebutlah pasangan suami istri yang sangat mendambakan seorang anak. Rasa sedih dan sepi selalu menyelimuti mereka saat itu. Tapi sekian lama berlalu, sang istri pun menunjuka tanda bahwa di hamil. Mereka pun sangat senang akan hal itu.

Tapi kesenangan mereka tidak bertahan lama. Sang istri jatuh sakit. Sang suami pun bingung karena tidak ada obat atau orang yang bias menyembuhkannya. Tapi tiba-tiba ada seorang wanita tua yang menyarankan untuk memakan bunga rampion yang hanya tumbuh di balik bukit.

Sang suami pun pergi untuk mengambil bunga tersebut untuk dijadikan obat untuk istrinya. Ternyata tempat dimana bunga tersebut tumbuh merupakan wilayah dari seorang penyihir jahat. Sang suami pun tidak mempuyai pilihan lain, jika dia tidak mendapatkan bunga tersebut istrinya akan meninggal. Dia akhirnya memberanikan diri untuk mengambil bunga tersebut. Tapi sayang usahanya gagal, penyihir jahat pemilik kebun dimana bunga rampion itu tumbuh memergoki sang suami sedang mencuri bunga dikebunya.

"Berani sekali kamu, mencuri bunga di kebun kesayangan ku!!!" Kata sang penyihir murka.

"Ku mohon ampunilah saya. Istri saya sedang mengandung dan sekarang sedang jatuh sakit. Hanya bunga rampion ini lah yang bisa menyembuhkannnya." Sang suami memohon.

"Hahahahahha... Hahahahah... Hahahahah..." tiba-tiba sang penyihir tersebut tertawa.

"Kamu boleh membawa bunga rampion dari kebun ku sebanyak yang kamu butuhkan. 
Dan saya juga memaafkan atas tidakkan mu ini. Tapi dengan satu syarat. Kamu harus menyerahkan anak yang kelak lahir kepada ku. Tenang saja, saya akan memperlakukan anak itu seperti anak ku sendiri" Kata sang penyihir.

Sang suami pun bingung. Akhirnya dia memilih untuk menyetujui syarat tersebut untuk keselamatan istri, dirinya sendiri dan anak yang kelak lahir. Dan ketika bayinya lahir, sang penyihir pun muncul dan memberi bayi tersebut nama Rapunzel dan mengambilnya dari pelukan orang tuanya.
Rapunzel tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Ketika dia berumur 12 tahun, sang penyihir mengurungnya di sebuah menara di tengah hutan. Menara tersbut tidak memiliki tangga atau pintu, hanya sebuah jenela kecil di bagian atas menara. Dan ketika sang penyihir datang berkunjung, dia memerintahkan Rapunzel untuk menurunkan rambutnya.

Yup, Rapunzel dikaruniai rambut yang sangat cantik, panjang dan berkilau seperti emas. Rapunzel harus menurukan rambutnya tersebut melalui jendela ke bawah dan dengan rambut Rapunzel itu lah sang penyihir bisa naik ke atas menara.
Setelah beberapa tahun hidup dalam menara. Seorang pangeran tampan yang sendang berburu di hutan tanpa sengaja mendengar nyanyian merdu yang berasal dari menara tersebut. Dia mencoba mencari tahu dan ingin masuk ke dalam menara tersebut tapi dai tidak menemukan pintu atau tangga untuk naik ke atas.

Sang pangeran pun putus asa dan memutuskan untuk pulang. Tapi nanyian yang dia dengar menyentuh hatinya. Oleh karena itu setiap hari dia pergi ke hutan dan mendengarnya. Suatu waktu dia melihat seorang penyihir datang ke menara tersebut dan berkata:
"Rapunzel, Rapunzel,, Ulurkan rambutmu ke bawah untuk saya."
Seperti biasa Rapunzel pun menurunkan rambutnya untuk penyihir tersebut naik ke atas.
Ke esokan harinya, sang pangeran pun datang dan mecoba cara yang sama seperti yang si penyihir itu lakukan. 

Dia berkata "Rapunzel, Rapunzel,, Ulurkan rambutmu ke bawah untuk saya." 

Berhasi! Rambut Rapunzel pun jatuh kebawah dan sang pangeran pun memanjat ke atas.
Rapuzel pun terkejut dan takut ketika ternyata sang pangeranlah yang naik ke atas. Rapunzel belum pernah bertemu dengan orang selain si penyihir. Tapi tutur kata sang pangeran yang halus dan sipatnya yang bershabat, rasa takut Rapunzel pun hilang.

Sang pangeran pun menceritakan kenpa dia sampai berani masuk ke menara tersebut. Rapunzel sangat terkejut saat kemudian sang pangeran memintanya untuk menikah dengannya. Dan Rapunzel pun berkata iya.
"Saya akan pergi bersama kamu, tapi saya tidak tahu bagaimana keluar dari sini. Bawakan saya sebuah gulungan sutra setiap kamu datang. Dan aku akan menenun tali dari sutra tersebut. Ketika tali itu sudah siap, saya akan turun dan bawa aku ke istana."
Mereka pun setuju dan meminta sang pangeran untuk datang malam hari karena sang penyihir akan datang di siang hari. Tapi suatu ketika, ketika sang penyihir memanjat ke atas, Rapunzel mengeira itu merupakan sang pangeran yang dia sayangi.
"Pangeran ku sayang, kenapa kamu begitu berat hari ini?" Rapunzel berkata.
"Pangeran???" sang penyihir terkejut. "Saya kira, saya sudah memisahkan mu dari dunia luar. Ternyata saya salah." Kata sang penyihir dengan marah.
Dengan murka sang penyihir mengambil gunting dan munggunting rambut panjang Rapuzel dan membuang Rapuzel ke gurun pasir. Kemudian sang penyihir mengikatkan rambut Rapunzel di jendela untuk mencari tahu siapa orang yang mengunjungi Rapunzel setiap hari. Benar saja sang pangeran pun datang, sang penyihir pun menurunkan rambut Rapunzel yang telah dipotong tersebut.
Ketika sang pangeran naik ke atas, dia terkejut, bukan Rapunzel yang dia temukan malah penyihir jahat yang ada.
"Ahhha..Rapunzel telah pergi. Kamu tidak akan pernah menjempainya lagi untuk selamanya." Kata penyihir dengan jahat.
Sang pangeran sedih dan merasa putus asa. Akhirnya dia melompat dari menara untuk lari dari penyihir tersebut. Tapi sayang, duri menusuk ke dua matanya ketika jatuh. Sang pangeran pun menjadi buta. Dia merasa terluka dan berjalan tak tentu arah meratapi nasibnya yang kehilangan wanita yang dia cintai. 

Sekian lama berjalan tak tentu arah, samapi membawanya ke gurun pasir dimana Rapunzel di buang. Di situlah sang pangeran mendengar nyanyian merdu yang tidak akan pernah dilupakannya. Ya, nyanyian merdu itu milik kekasihnya, Rapuzel.
Mereka berdua pun akhirnya dipertemukan kembali. Rapuzel tidak berhenti-hentinya menangis, kondisi pangeran yang dia cintai penuh luka dan buta. Keajaiban pun terjadi, air mata Rapunzel menetes ke mata sang pangeran, dan dengan ajaibnya ke dua mata sang pangeran membuka dan bisa melihat kembali. Sang pangeran pun membawa Rapuzel pulang ke istana dan mereka berdua hidup bahagia untuk selamanya.

Senin, 25 April 2016

The Little Mermaid (Versi Asli Hans Christian Andersen)



Puteri duyung kecil tinggal di kerajaan bawah laut bersama dgn ayahnya, sang Raja Laut, neneknya & enam kakak perempuannya, masing-masing berbeda 1 tahun usianya. Ketika putri duyung mencapai usia 15 tahun, ia diijinkan berenang ke permukaan utk melihat dunia di atas laut & jika usia mereka sudah cukup, 1 dari mereka bergantian melihat permukaan laut tiap tahunnya. Setiap seorang dari mereka kembali, puteri duyung kecil mendengar dgn penuh kerinduan seluruh keindahan di permukaan & cerita-cerita ttg manusia. 


Akhirnya giliran puteri duyung kecilpun tiba. Dia berkelana kepermukaan laut, melihat sebuah kapal dgn seorang pangeran tampan di dlmnya, ia pun jatuh cinta dari kejauhan. Sebuah badai besar melanda, mengakibatkan pangeran tampan terlempar ke laut. Putri duyung kecil menolong pangeran yg tak sadarkan diri & membawanya ke pantai dekat sebuah kuil. Di sana ia menunggu sampai seorang gadis dari kuil menolong sang pangeran. Pangeran tidak pernah melihat putri duyung kecil. 



Putri duyung kecil bertanya pd neneknya apakah seorang manusia dpt hidup selamanya jika mereka tdk tenggelam. Nenek menjelaskan bahwa manusia memiliki umur lebih pendek dari para duyung yg rata-rata berusia 300 tahun. Ketika duyung mati, mereka berubah menjadi gelembung laut & lenyap tak berbekas sementara manusia mempunyai jiwa abadi yg hidup di surga. Putri duyung kecil yg merindukan pangeran & ingin memiliki jiwa yg abadi, mendatangi Penyihir Laut. Penyihir Laut menjual ramuan yg dpt memberinya sepasang kaki. Ditukar dgn suara putri duyung kecil (suara putri duyung adl yang paling murni di dunia).

Penyihir Laut memperingatkan, begitu putri duyung menjadi manusia, dia tdk boleh kembali ke laut. Meminum ramuan itu akan terasa seperti sebilah pedang menusuknya. Lalu dia akan memperoleh sepasang kaki, bahkan bisa berdansa lebih dari manusia lainnya. Hanya saja, kakinya akan terasa seperti berjalan di ujung pisau tajam & terluka parah. Sbg tambahan, ia hanya akan memperoleh jiwa jika pangeran mencintainya & menikahinya, dgn begitu sebagian jiwa pangeran akan mengalir kepadanya. Sebaliknya, pd subuh pertama sang pangeran menikahi gadis lain, putri duyung akan patah hati dan terurai menjadi gelembung-gelembung laut.


Putri duyung meminum ramuan itu dan bertemu pangeran, yg tertarik pd kecantikan & keanggunannya walau ia bisu. Tp, yg paling ia sukai adl melihat putri duyung menari & ia menari utk pangeran walaupun sakitnya tak tertahankan. Ayah pangeran memerintahkan pangeran menikahi putri dari kerajaan tetangga. Pangeran mengatakan ia hanya mencintai gadis dari kuil yg menolongnya tapi juga menambahkan putri duyung kecil telah mulai mengambil hatinya. Namun apa daya, ternyata putri kerajaan tetangga adl gadis dari kuil, yg dikirim ayahnya utk belajar di sana. Pangeran mencintainya & menikahinya.



Putri duyung patah hati. Dia memikirkan semua yg telah ia korbankan & sakit yang telah ia tanggung. Ia menderita, menunggu datangnya kematian. Tp, sebelum datangnya subuh, kakak2 putri duyung kecil dtg membawa pisau yg telah mereka tukarkan dari Penyihir Laut dgn rambut panjang mereka. Jika putri duyung memenggal pangeran dgn pisau itu & membiarkan darah pangeran menetes ke kaki putri duyung, penderitaannya akan berakhir & ia akan terus hidup.


Putri duyung kecil tak sanggup membunuh pangeran yg sedang tidur dgn pengantinnya. Saat subuh tiba, ia melemparkan diri ke laut. Tubuhnya berubah menjadi gelembung namun bukannya lenyap tak berbekas, ia merasakan hangatnya matahari, ia berubah menjadi roh, anak perempuan dari udara. Putri udara yg lain berkata padanya ia menjadi salah seorang dari mereka karena ia berjuang segenap hatinya utk memperoleh jiwa abadi. Dia akan memperoleh jiwanya dgn melakukan perbuatan-perbuatan & pada saatnya akan naik ke surga.
 

DONGENG Template by Ipietoon Cute Blog Design